Pengabdian Masyarakat: Penerapan Virtual Reality untuk Pasien Pasca Stroke di Pondok Pesantren Tidar Dudan, Magelang.

Pengabdian Masyarakat: Penerapan Virtual Reality untuk Pasien Pasca Stroke di Pondok Pesantren Tidar Dudan, Magelang

Magelang Selatan – Pada Jumat, 22 Agustus 2025, tim dosen bersama mahasiswa Poltekkes Kemenkes Semarang Kampus V Magelang telah melaksanakan kegiatan Pengabdian Masyarakat di Pondok Pesantren Tidar Dudan, Kota Magelang, dengan mengusung fokus utama penelitian berjudul “Kemampuan Koordinasi Sensori (Sensorimotor Coordination) Pasien Pasca Stroke dengan Memanfaatkan Media Virtual Reality (VR) sebagai Stimulus Visual, Auditori, dan Proprioseptif.” Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk nyata kontribusi sivitas akademika di bidang kesehatan, di mana para dosen dan mahasiswa turun langsung ke tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan, edukasi, serta inovasi terapi yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

Pengabdian kepada masyarakat ini dipandu oleh para dosen penyelenggara, yaitu:

  1. Heru Supriyatno, S.Kep., M.Kep.
  2. Bambang Sarwono, S.Kep., Ns., M.Kep.
  3. Dwi Ari Murti Widigdo, S.Kep., Ns., M.Kep.

Selain dosen, sejumlah mahasiswa yang terlibat aktif dalam kegiatan ini antara lain: Raja Kumala Bintang, Tri Bekti Langgeng Wahyu Aji, Fahreza Genza Niko Saputra, Hanafi Firmansyah, Fadhil Wisnu Adi, Ferdinan Alfairuz, Lativa Namira Supriyono, Faza Iliyyah, Yogi Kurnia Ningrum, dan Fitrotul Fathiin Hanis. Seluruh peserta tim berasal dari Poltekkes Kemenkes Semarang Kampus V Magelang dan bekerja sama secara kolaboratif untuk memastikan kelancaran setiap tahapan kegiatan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan dasar kepada peserta yang hadir. Pemeriksaan ini meliputi pengukuran tekanan darah (TD), denyut nadi (HR), tinggi badan (TB), berat badan (BB), lingkar perut (LP), pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), saturasi oksigen (SpO₂), hingga tes Rapid HBsAg. Tujuan utama dari pemeriksaan kesehatan ini adalah untuk mengetahui gambaran kondisi kesehatan masyarakat secara umum serta sebagai langkah awal deteksi dini terhadap berbagai penyakit yang berpotensi muncul, sehingga dapat ditindaklanjuti dengan penanganan lebih lanjut apabila diperlukan.

Tidak hanya berhenti pada pemeriksaan kesehatan, para peserta juga mendapatkan edukasi keperawatan mengenai pentingnya menjaga kesehatan ginjal. Materi ini disampaikan dengan menggunakan bahasa yang sederhana, lugas, dan komunikatif, sehingga dapat dengan mudah dipahami oleh semua kalangan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai fungsi ginjal, faktor risiko penyakit ginjal, serta cara-cara sederhana dalam menjaga kesehatan organ vital tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Peserta kegiatan terbagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok anak-anak dengan rentang usia 0–12 tahun dan kelompok dewasa dengan usia di atas 18 tahun. Jumlah keseluruhan partisipan adalah 49 orang. Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi, baik ketika mengikuti pemeriksaan kesehatan maupun ketika mendengarkan sesi edukasi. Hal ini mencerminkan tingginya minat masyarakat Pondok Pesantren Tidar Dudan terhadap kesehatan, sekaligus menunjukkan keberhasilan tim dalam menyampaikan informasi dan layanan dengan pendekatan yang ramah dan bersahabat.

Salah satu inovasi menarik sekaligus menjadi ciri khas dalam kegiatan ini adalah penerapan Virtual Reality (VR) sebagai media terapi sensorimotor bagi pasien pasca stroke. Dengan mengombinasikan stimulus visual, auditori, serta proprioseptif, penggunaan VR diharapkan mampu memberikan pengalaman terapi yang lebih interaktif, menyenangkan, dan efektif dalam membantu pemulihan koordinasi sensori pasien. Teknologi ini tidak hanya memberikan nuansa baru dalam dunia rehabilitasi medis, tetapi juga memperlihatkan potensi besar pemanfaatan teknologi digital dalam bidang keperawatan dan kesehatan masyarakat.

Secara keseluruhan, kegiatan Pengabdian Masyarakat ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Pondok Pesantren Tidar Dudan, baik dalam bentuk pemeriksaan kesehatan, peningkatan pengetahuan kesehatan, maupun pengenalan inovasi terapi berbasis teknologi. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi wadah berharga bagi mahasiswa Poltekkes Kemenkes Semarang Kampus V Magelang untuk menerapkan ilmu keperawatan yang telah mereka peroleh di bangku kuliah ke dalam praktik nyata di lapangan. Harapannya, pemanfaatan teknologi Virtual Reality dapat terus dikembangkan sebagai salah satu terapi inovatif dalam mendukung pemulihan pasien pasca stroke serta menjadi inspirasi bagi upaya peningkatan kualitas kesehatan masyarakat secara luas.

Mungkin Anda juga menyukai